Saat kamu kasih aku setangkai mawar, aku bahagia.
Rasanya bagai terbang ke langit. Tinggi, tinggi sekali.
Namun, tiba-tiba saja kamu berbalik dan mengambil lagi mawar itu.
Bukan hanya diambil, namun kamu buang. Kamu tahu?
Aku jatuh. Sakit, sakit sekali.
Saat aku mencoba untuk mengambil mawar yang kamu buang,
tiba-tiba angin berhembus kencang. Angin itu merontokkan mahkotanya.
Tinggalah tangkainya. Akankah aku bertahan dengan tangkai itu?
Ternyata tidak. Aku tak sanggup untuk sakit lagi.
Dengan berat hati, aku buang tangkai itu.
Kubuang jauh-jauh. Jauh, jauh dari kehidupanku.
Bersamaan datangnya angin, tangkai itu terbang.
Bersamaan datangnya angin muson barat, hatiku hancur.
Hujan turun, melunturkan perasaanku.
Aku ucapkan,
Selamat tinggal cinta...
Rasanya bagai terbang ke langit. Tinggi, tinggi sekali.
Namun, tiba-tiba saja kamu berbalik dan mengambil lagi mawar itu.
Bukan hanya diambil, namun kamu buang. Kamu tahu?
Aku jatuh. Sakit, sakit sekali.
Saat aku mencoba untuk mengambil mawar yang kamu buang,
tiba-tiba angin berhembus kencang. Angin itu merontokkan mahkotanya.
Tinggalah tangkainya. Akankah aku bertahan dengan tangkai itu?
Ternyata tidak. Aku tak sanggup untuk sakit lagi.
Dengan berat hati, aku buang tangkai itu.
Kubuang jauh-jauh. Jauh, jauh dari kehidupanku.
Bersamaan datangnya angin, tangkai itu terbang.
Bersamaan datangnya angin muson barat, hatiku hancur.
Hujan turun, melunturkan perasaanku.
Aku ucapkan,
Selamat tinggal cinta...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan jejak disini: