Epilog
“Kaak? Kak Milyaa? Huhuhuhuu kakak ga adaa..” Mia menangis, menjerit. “Kak Milyaa! Huhuhuu.” Mia terus menangis.
Riko, seorang bocah berumur 5 tahun yang sedang tenang bermain mobil di pinggir kolam di sebuah taman merasa terganggu. Ia pun berdiri, mencoba mencari sumber tangisan yang memekakan telinga tersebut.
“Kak Milyaaaa! Huhuhuhuu..”
Riko menoleh ke sebelah kirinya. Di bawah sebuah pohon, ia melihat seorang bocah perempuan yang memakai gaun berwarna kuning cerah sedang menangis. Sepatu putihnya tampak kotor. Riko pun menghampirinya.
“Kamu kenapa?” tanya Riko. Bocah perempuan di depannya hanya menatapnya sekilas lalu kembali menangis.
“Kak Milyaaaa! Huhuhuhuu..” tangisan bocah perempuan itu semakin keras. Pipinya yang putih bersih memerah, matanya memerah, bicaranya sudah tidak jelas. Riko hanya diam dengan bingung. Lalu ia melihat sekelilingnya. “Gak ada balon.” keluhnya. Mamanya suka membelikan sebuah balon jika ia menangis. Riko kembali mengamati sekelilingnya. Pandangannya tertuju pada sudut pohon di seberangnya. Ah! Itu dia!
Riko berlari meninggalkan bocah perempuan itu, yang tak lain adalah Mia. Mia tambah bingung ditinggal sendirian. Merasa lelah, Mia terduduk. Ia sempat tenang sebentar, namun kembali teringat Mira.
“Kak Milyaa... huhuhuhuuu...” Ia pun kembali menangis sesenggukan.
Riko mendekati bocah itu.
“Eh kamu..” sapa Riko. Mia menatap Riko, masih menangis.
“Kamu kenapa?” tanya Riko.
“Kak Milyaa..”
“Ooh, kamu telsesat?” Mia hanya mengangguk disela-sela tangisnya.
“Iih, cup cup jangan nangis lagi." Riko menepuk-nepuk kepala Mia pelan. "Mmm.. Ini aku bawain sesuatu.” Riko merogoh kantong di celananya dan mengeluarkan sesuatu.
Mia terdiam menyadari Riko mengeluarkan sesuatu. Dan ternyata itu adalah rumpun bunga aster kuning, putih, dan merah yang Riko petik disekitar taman.
“Ini buat kamu.. Udah jangan nangis lagi yaa..” seru Riko riang sambil menyodorkan bunga tersebut. Mia diam menatap bunga di tangan Riko.
“Lho? Kenapa? Ini ambil.” Mia pun mengambil bunga dari tangan Riko. Menatap bunga tersebut sebentar, lalu tertawa.
“Makacih yaa..” seru Mia riang sambil memainkan setangkai aster kuning.
“Iya..sama sama.” jawab Riko sambil tersenyum. Ia pun duduk di sebelah bocah tersebut.
“Miaaa! Miaaa!” seseorang berteriak. Mia mengedarkan pandangannya. Ia melihat Mira sedang berjalan ke arahnya. Sepertinya Mira kebingungan mencarinya. Mia pun tersenyum.
“Mmm.. aku puyang ya..” pamit Mia. Riko hanya mengangguk. Mia pun berlari ke arah seorang perempuan yang meneriakkan nama “Mia”.
“Ooh.. jadi namanya Mia..” ujar Riko pelan.
“Rikoo! Rikoo!”
“Ah, itu Kak Bintang!” ujar Riko dan langsung bediri mencari sosok kakaknya. Sebelumnya ia melihat sekelilingnya. Bocah yang bernama Mia itu sudah tidak ada. Ia pun berlari ke arah Bintang.
“Kakaaaak! Kak kaaak! Tadi aku ketemu sama....” celoteh Riko riang sambil di dalam gandengan kakaknya pulang.
thank you for reading:)
BalasHapussha epilog nya ngakak._.V aku gatau mau komen apa, tapi part 5 nya asik pas hujan nya :bd
BalasHapuswahahaha, sipsip makasiiih:))
Hapus