Laman

Sabtu, 26 November 2011

Wahai Burung

Ketika sebuah burung terbang
Dan tinggalkan bulunya yang putih, bersih tanpa noda
Memenuhi lapangan hijau nan segar

Kemudian ia hinggap di dahan tinggi
Disebuah tempat yang putih, bersih
Sulit dijangkau, sulit diraih


Aku terpesona dibuatnya
Meloncat untuk menggapainya
Meraih tangga untuk mecapainya

Namun burung itu meloncat tinggi
Lebih tinggi lagi
Seakan mengajakku bermain, berjudi dengan nyawa ini

Ia menoleh ke arahku
Aku naiki anak tangga itu satu persatu
Dan kemudian dengan lembut turun ke arahku

Ku coba menggapainya
Ku sentuh bulu halusnya
Namun, secara cepat ia terbang

Terbang tinggi,
Tinggalkan ku sendiri

Oh wahai burung,
Kenapa kau tinggalkan aku?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

tinggalkan jejak disini: