Ketika sebuah burung terbang
Dan tinggalkan bulunya yang putih, bersih tanpa noda
Memenuhi lapangan hijau nan segar
Kemudian ia hinggap di dahan tinggi
Disebuah tempat yang putih, bersih
Sulit dijangkau, sulit diraih
Aku terpesona dibuatnya
Meloncat untuk menggapainya
Meraih tangga untuk mecapainya
Namun burung itu meloncat tinggi
Lebih tinggi lagi
Seakan mengajakku bermain, berjudi dengan nyawa ini
Ia menoleh ke arahku
Aku naiki anak tangga itu satu persatu
Dan kemudian dengan lembut turun ke arahku
Ku coba menggapainya
Ku sentuh bulu halusnya
Namun, secara cepat ia terbang
Terbang tinggi,
Tinggalkan ku sendiri
Oh wahai burung,
Kenapa kau tinggalkan aku?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
tinggalkan jejak disini: